Friday, November 20, 2015

POKER ONLINE TERBAIK | TEGAS DROGBA FERNANDO TORRES JADI 'THE KING'DI LIVERPOOL - NAMUN TIDAK DI CHELSEA

www.ubcpoker.com/8

POKER ONLINE TERBAIK | Fernando Torres tidak pernah bisa menunjukan performa terbaiknya selama berseragam The Blues. Menurut Didier Drogba, mantan rekan setimnya itu tidak pernah benar-benar beradaptasi dengan gaya main Chelsea.

''Fernando Torres selama berseragam The Reds adalah penyerang paling menakutkan di Inggris dan Eropa di mana dia bikin 81 gol dari 142 penampilan. Statistik hebat ini pula yang buat 'Si Biru' rela mengeluarkan 50 juta poundsterling untuk memboyongnya pada musim dingin 2011.

''Namun sayangnya, harga mahal itu tidak pernah bisa dibayar lunas oleh Fernando Torres karena performanya tiba-tiba menurun dan malah jadi bahan olok-olok karena ketidakmampuannya bikin gol. Selama empat musim di The Blues, Torres cuma bikin 45 gol dari 172 penampilan, sebelum akhirnya dilepas ke AC Milan dan kini memperkuat lagi Atletico Madrid.

POKER ONLINE TERBAIK | Soal Torres tak pernah bisa bersinar di The Blues akan jadi bahan pembicaraan sekalipun penyerang asal Spanyol itu pensiun nantinya. Drogba sendiri punya penilaian mengapa Torres bisa seperti itu.

''Menurut Drogba, 'Fernando Torres' yang selama ini berstatus ''The King'' di Liverpool, selalu dilayani oleh rekan-rekannya, harus menemui situasi yang berbeda jauh di The Blues, di mana klub London Barat itu punya banyak sekuat bintang.

''Keadaan inilah yang dianggap membuat Torres kesulitan beradaptasi dengan gaya main The Blues dan malah merugikan dirinya sendiri.

''Tanpa mengurangi rasa hormat kepada The Reds, Steven Gerrard dan Fernando Torres adalah king di sana. Di The Blues, ada 22 raja. Namun saya merasa bersimpati untuk Nando, karena saya tahu betapa sulit situasinya pada waktu itu,'' ujar Drogba dalam otobiografinya, Commitment, yang baru-baru ini diluncurkan.

Mengapa Fernando Torres Tidak Tampil Gemilang Di Chelsea ? Kita Lihat Saja - Poker Online Terbaik


POKER ONLINE TERBAIK | Di The Reds, tim dibentuk dengan dia sebagai striker utama. Itu bukan berarti sekuat lain tidak bisa bikin gol, namun mereka menyuplai bola kepadanya, mereka membentuk tim yang memudahkannya mencetak gol. Di The Blues tidak seperti itu,'' sambungnya seperti dikutip Soccernet.

''Saya ingin dia bisa nyetel dengan tim, jadi saya harus mengubah gaya main saya. Saya main melebar, atau sedikit bermain ke belakang, seperti false 10, dan dia bisa bermain sendiri di depan.

''Dua tahun sebelumnya, saya bermain sebagai penyerang tengah bersama Nicolas Anelka dan saling mengisi satu sama lain. Kami lebih beradaptasi demi membuat Nando nyetel dengan tim, namun sayangnya itu tidak berhasil,'' tuntas penyerang asal Pantai Gading yang memperkuat The Blues musim 2004 hingga 2012 serta 2014.

0 comments:

Post a Comment